|
Anda tentu pernah berada di area publik sebuah institusi. Kondisi paling lazim, Anda akan disuguhi televisi sebagai hiburan, atau setumpuk majalah atau koran untuk dibca-baca sembari menunggu sesuatu. Suasana semacam ini sangat lazim dijumpai di rumah sakit atau klinik kesehatan (ketika sedang menunggu giliran berobat), di ruang tamu atau resepsionis sebuah gedung perkantoran atau institusi ketika sedang menunggu seseorang, di bandara (ketika sedang menunggu boarding), di stasiun (ketika sedang menunggu jadwal kereta), di cafe/restoran sebuah hotel, di terminal, dan lain-lain. Tanpa kita sadari kondisi ini ternyata sering kita alami tanpa kita mendapatkan informasi yang berarti selain hiburan, sehingga kadang kita malah mengacuhkannya. Pernahkah Anda menyadari bahwa Anda dapat memberikan solusi yang lebih baik bagi mereka daripada hanya sekedar tayangan hiburan.
| DI RUMAH SAKIT/KLINIK KETIKA MENUNGGU GILIRAN BEROBAT Anda dapat dengan tenang memilih tempat menunggu yang paling nyaman, dan tidak harus dekat dengan pintu klinik karena Anda sekarang tidak lagi perlu khawatir kalau miss-called oleh perawat ketika giliran Anda tiba. Bagaimana bisa? Karena ketika Anda sedang menonton televisi, di samping siaran televisi diperlihatkan tayangan jadwal dokter yang sedang berjaga dan statusnya apakah sudah hadir atau belum. Juga ditayangkan daftar poliklinik dan status pasiennya, sekarang dokter sedang menangani pasien dengan nomor antrian yang keberapa, dan berapa menit rata-rata waktu pelayanan pasien, sehingga Anda dapat memperkirakan datangnya giliran pemeriksaan Anda dengan lebih tenang. Sebagai informasi tambahan, Anda juga akan mendapatkan jadwal kegiatan klinik sepert senam ibu hamil, jadwal konsultasi gizi, konsultasi tumbuh kembang anak, dan jadwal-jadwal regular kegiatan klinik / rumah sakit lainnya yang bermanfaat bagi Anda. | DI RUANG CAFE / RESTORAN HOTEL Ketika kita sedang santai makan atau sekedar istirahat minum di cafe/restoran dalam sebuah hotel, kita sering disajikan hiburan melalui media Televisi Layar Lebar. Sayangnya tidak ada informasi lain selain hiburan yang bisa dinikmati, padahal bagi tamu, mengetahui fasilitas hotel tanpa harus bertanya merupakan nilai tambah tersendiri. Dengan Public Information Television, pemilik hotel dapat memberikan informasi tambahan dengan sangat mudah dan fleksibel. Kelas dan fasilitas kamar hotel, fasilitas hotel lain seperti spa, bar, cafe, kolam renang, juga meeting ball room, semuanya dapat ditampilkan bersama dengan tayangan televisi. Pengunjung juga dengan mudah dapat mengetahui event dan agenda kegiatan hotel, juga program-program promo lain dengan sangat mudah. |  |
.
|